Hari ini Sabtu, 15 Agustus 2009 yang menurut kalender Hindu Bali adalah rahinan Tumpek Landep yang jatuh setiap 6 bulan sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Landep.
Tumpek = Asal dari kata Tumampek yang kurang lebih berarti mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta dengan jalan mensyukuri segala ciptaan-Nya baik secara langsung maupun tidak langsung kita nikmati. Sedangkan landep berarti tajam. Jadi makna dari Tumpek Landep adalah hari raya yang bertujuan untuk mengingatkan umat untuk selalu mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan jalan mensyukuri segala ciptaan-Nya serta guna memperoleh pencerahan dan ketajaman bathin agar dapat berfikir dengan bijaksana guna tercapainya kedamaian di hati dan dunia.
Secara simbolik pada rahinan ini juga dibersihkan senjata-senjata atau peralatan yang berasal dari logam yang dipergunakan untuk melancarkan usaha dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Misal keris, tombak, pisau, ataupun kendaraan (baik bermotor maupun tidak).
Pada intinya makna Hari Raya Tumpek Landep adalah penyucian dan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widi Wasa supaya bathin dan pikiran kita selalu tajam untuk bersyukur kepada-Nya.
sumber: Parisada Hindu Dharma Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
15 Agustus 2009
29 April 2009
Renungan Andy F Noya
Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta .
Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana .
Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.
Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler.
Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu.
Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul.
Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama.
Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri.
Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.
Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro.
Ini tempat favorit saya.
Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia.
Biasanya satu sampai dua jam saya di sana .
Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati.
Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar.
Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero
Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong.
Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi.
Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia .
Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia.
Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA.
Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.
Sampai suatu hari, kerinduan itu datang.
Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu.
Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah.
Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut.
Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri.
Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah.
Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya .
Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya.
Waktu itu umur saya sembilan tahun.
Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola.
Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah.
Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang.
Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti.
Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.
Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca.
Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. D
engan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu.
Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar.
Rupanya sang pemilik mobil datang.
Dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya.
Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.
Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya.
Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar.
Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju.
Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu.
Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. D
engan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan.
Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut.
Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang.
Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu.
Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan.
Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya?
Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?
Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba.
Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal.
Saya benci orang kaya.
Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah.
Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya.
Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya.
Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan.
Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari.
Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah.
Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan.
Mereka tidak punya hati nurani.
Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat,
saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah.
Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti.
Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah.
Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. D
ulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan.
Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak.
Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan,
"Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras."
Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu.
Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat.
Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah.
Saya takut perasaan saya tidak lagi sensitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa.
Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.
Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif.
Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak.
Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam
kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang.
Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab.
Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah.
Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya.
Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh.
Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi.
Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.
Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas.
Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion.
Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung.
Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya.
Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi.
Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh.
Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya.
Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu.
Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.
Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka.
Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan.
Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian.
Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.
sumber : kaskus
Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana .
Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.
Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler.
Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu.
Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul.
Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama.
Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri.
Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.
Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro.
Ini tempat favorit saya.
Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia.
Biasanya satu sampai dua jam saya di sana .
Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati.
Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar.
Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero
Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong.
Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi.
Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia .
Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia.
Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA.
Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.
Sampai suatu hari, kerinduan itu datang.
Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu.
Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah.
Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut.
Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri.
Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah.
Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya .
Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya.
Waktu itu umur saya sembilan tahun.
Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola.
Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah.
Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang.
Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti.
Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.
Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca.
Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. D
engan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu.
Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar.
Rupanya sang pemilik mobil datang.
Dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya.
Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.
Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya.
Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar.
Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju.
Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu.
Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. D
engan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan.
Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut.
Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang.
Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu.
Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan.
Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya?
Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?
Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba.
Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal.
Saya benci orang kaya.
Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah.
Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya.
Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya.
Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan.
Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari.
Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah.
Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan.
Mereka tidak punya hati nurani.
Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat,
saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah.
Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti.
Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah.
Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. D
ulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan.
Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak.
Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan,
"Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras."
Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu.
Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat.
Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah.
Saya takut perasaan saya tidak lagi sensitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa.
Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.
Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif.
Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak.
Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam
kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang.
Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab.
Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah.
Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya.
Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh.
Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi.
Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.
Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas.
Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion.
Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung.
Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya.
Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi.
Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh.
Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya.
Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu.
Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.
Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka.
Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan.
Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian.
Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.
sumber : kaskus
Ramalan Joyo Boyo
Dibawah ini saya dapatkan ramalan Joyoboyo dari sumber sebelah. Ini sekedar ramalan, boleh percaya boleh tidak. Selamat menyimak.
Terjemahan bebasnya dari Bahasa Jawa Ini yang menjadi tanda zaman kehancuran :
1. Gempa bumi 7 x sehari
2. Tanah pecah merekah
3. Manusia berguguran, banyak yang ditimpa penyakit
4. Bencana bermacam-macam
5. Hanya sedikit yang sembuh/selamat kebanyakan meninggal
Zaman ini ditandai dengan
Terjemahan bebasnya dari Bahasa Jawa Ini yang menjadi tanda zaman kehancuran :
1. Gempa bumi 7 x sehari
2. Tanah pecah merekah
3. Manusia berguguran, banyak yang ditimpa penyakit
4. Bencana bermacam-macam
5. Hanya sedikit yang sembuh/selamat kebanyakan meninggal
Zaman ini ditandai dengan
19 Januari 2009
Intip Sifat Berdasarkan Bulan Kelahiran
Januari
* Bersifat sensitif, berfikiran mendalam
* Perlu belajar untuk hidup bersosialisasi
* Sayang anak-anak
* Suka mendidik dan dididik
* Sangat mudah melihat kelemahan orang lain dan suka mengkritik
* Rajin dan selalu menghasilkan keuntungan
* Suka berbenah dan serba teratur
* Pandai mengambil hati orang lain
* Mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi
* Pendiam kecuali diajak berbicara terlebih dulu
* Agak pemalu dan mendambakan tumpuan yang bisa dipercayai
* Mudah mendisiplinkan diri sendiri
* Badannya sehat tetapi mudah diserang influensa
* Bersikap romantis tetapi tidak pandai memperlihatkannya
* Suka berdiam di rumah
* Setia
Februari
* Keras hati untuk mencapai tujuan
* Suka hiburan dan suka akan benda yang bersifat seni
* Berpikiran abstrak
* Tidak suka dikekang
* Suka pada benda yang real dan abstrak
* Inteligent, bijak dan jenius
* Memiliki kepribadian yang mudah berubah
* Mudah menawan hati orang lain
* Agak pendiam, pemalu dan rendah diri
* Jujur dan setia pada segalanya
* Sangat berani dan suka memberontak
* Mudah memberontak apabila dikekang
* Mudah memperlihatkan amarahnya
* Suka berkawan tapi kurang memperlihatkan
* Bercita-cita tinggi dan suka berangan-angan
* Optimis untuk merealisasikan impiannya
* Memiliki insting yang tajam
* Sangat romantis pada dalamannya tetapi tidak pada luarannya
* Cenderung menyukai benda yang takhayul
* Amat mudah dan boleh menjadi terlalu boros
* Harus belajar untuk memperlihatkan emosi
* Mudah terluka dan sangat sensitif
Maret
* Sangat pemalu dan pemendam rasa
* Berkepribadian yang menarik dan menawan
* Insting yang sangat tajam
* Mudah didampingi
* Sangat baik, jujur, pemurah dan mudah simpati
* Sangat sensitif pada perkataan yang dituturkan dan alam sekitar
* Suka pada kedamaian
* Sangat peka kepada orang lain
* Terlalu moody
* Sesuai dengan kerjanya yang suka memberi perintah kepada orang lain
* Tidak cepat marah dan sangat baik hati
* Tahu membalas dan mengenang budi orang
* Kecenderungan kepada benda yang istimewa dan bagus
* Kecenderungan untuk mendendam jika tidak dikontrol
* Suka berangan-angan
* Suka jalan-jalan
* Sangat manja dan suka diberi perhatian yang sangat tinggi
* Kelam kabut dalam memilih pasangan
* Suka dengan hiasan rumah tangga
* Punya bakat seni dalam bidang musik
April
* Sangat berani dan tidak ada perasaan takut
* Sangat aktif dan dinamis
* Sangat cemburu dan terlalu cemburu
* Cepat bertindak buat keputusan tetapi cepat menyesal
* Punya daya mental yang sangat kuat
* Suka diberi perhatian
* Berpenyakit di sekitar kepala dan dada
* Sangat diplomatic dan pandai membujuk
* Kuat daya ingatan
* Suka petualangan, pengasih, penyayang, sopan santun dan pemurah
* Emosi cepat terusik, try to control the emotion
* Kecenderungan bersifat dendam
* Agresif, kelam kabut untuk membuat keputusan
* Gerak hati yang sangat kuat
* Pandai mendorong diri sendiri dan memotivasikan orang lain
* Sangat menarik dan pandai memanjakan diri
Mei
* Mudah marah apabila tidak dikontrol
* Tetap pendirian tetapi mudah dipengaruhi oleh orang lain
* Tidak suka duduk atau diam di rumah
* Tidak suka duduk diam
* Tidak punya banyak anak
* Keras hati
* Kuat semangat dan bermotivasi tinggi
* Pandai menarik hati orang lain dan menarik perhatian
* Pemikiran yang tajam
* Perasaan yang amat mendalam
* Cantik dari segi mental dan fisik
* Tidak perlu dimotivasikan
* Mudah dibujuk
* Bersikap sistematik (otak kiri)
* Suka berangan-angan
* Kuat daya firasat, memahami apa yang terlintas di hati orang lain tanpa diberitahu
* Bagian telinga dan leher mudah diserang penyakit
* Daya khayal yang tinggi
* Kelemahan sistem pernafasan
* Suka sastra,seni dan musik serta melancong
* Rajin dan bersemangat tinggi
* Agak boros
* Pandai berdebat
* Fisik yang baik
Juni
* Bersikap suka menunda-nunda
* Mudah dan pandai berkawan
* Berfikiran jauh dan berwawasan
* Ide yang terlalu banyak di kepala
* Mudah digunakan atau dimanfaatkan orang karena sikap baik
* Berperangai lemah lembut
* Mudah berubah sikap, perangai, idea dan mood
* Bersikap sensitif
* Otaknya aktif (senantiasa berfikir)
* Sukar melakukan sesuatu dengan segera
* Bersikap terlalu memilih dan selalu mau yang terbaik
* Cepat marah dan cepat sejuk
* Suka berbicara dan berdebat
* Suka membuat lawakan atau lelucon dan bergurau
* Otaknya cerdas berangan-angan
* Orang yang sangat tertib
* Mudah menjadi eksekutif
* Suka berbenah atau bersih-bersih
* Cepat merasa bosan
* Sikap terlalu memilih dan cerewet
* Kurang memamerkan perasaan
* Lambat sembuh apabila hatinya terluka
* Mempunyai prinsip: siapa yang memuji saya adalah musuh saya tetapi siapa yang menegur saya adalah kawan saya
* Pandai menempatkan diri dan bersikap
* Mudah terkena influenza
* Gampang berkecil hati
Juli
* Berjiwa sentimental
* Sangat senang apabila didampingi
* Sangat menjaga hati atau perasaan orang lain
* Sangat ramah
* Banyak berahasia dan sukar dimengerti, terutama lakilaki
* Agak pendiam kecuali diajak berbicara duluan
* Tak suka menyusahkan orang lain tapi tidak marah apabila disusahkan
* Mudah dibujuk
* Emosi sangat mendalam tapi mudah terluka hatinya
* Suka menunggu kawan tapi tidak mencari kawan
* Suka berdiam diri
* Jarang mendendam
* Mudah memaafkan tapi sukar melupakan
* Membimbing secara fisik dan mental
* Sangat peka, pengasih serta penyayang
* Tidak pilih-pilih kawan
* Daya simpati yang tinggi
* Pemerhatian yang tajam
* Suka mengenang peristiwa atau kawan lama
* Suka duduk atau diam di rumah
* Tidak agresif kecuali terpaksa
* Lemah dari segi kesehatan perut
* Mudah gemuk apabila tidak mengontrol makanan melalui diet
* Minta disayangi
* Mudah terluka hati tapi lambat untuk pulih
* Rajin dalam bekerja
* Suka menilai orang lain
* Mudah dan rajin belajar
Agustus
* Nilai harga diri yang sangat tinggi
* Haus akan pujian
* Suka bergurau
* Sopan santun dan perhatian terhadap orang lain
* Sifat suka berangan-angan
* Orangnya agak tegas dan bersikap kepemimpinan
* Pandai membujuk orang lain
* Semangat juang yang luar biasa
* Cepat marah dan mudah mengamuk
* Mudah marah apabila perkataannya dilawan
* Cepat berpikir
* Terlalu pemurah dan bersikap ego
* Suka memimpin dan dipimpin
* Sangat cemburu
* Suka mencari kawan
* Berbakat dalam seni lukis, hiburan dan silat
* Cepat ditimpa penyakit
* Belajar untuk relax
* Sikap tidak mudah ditebak
* Pikiran yang berdikari
* Romantis, pengasih, penyayang
* Berani dan tidak mengenal kata takut
September
* Orang yang banyak berfikir
* Suka menegur kesalahan orang lain dan mengkritik
* Sangat sopan santun
* Sangat cermat, teliti dan teratur
* Sistematik
* Mudah memahami orang lain (daya firasat yang tinggi)
* Banyak menyimpan rahasia
* Pendiam tapi pandai dalam bercakapcakap
* Kerja yang dilakukan sangat sempurna
* Sangat sensitif tetapi tidak diketahui
* Otak bijak dan mudah belajar
* Kontrol diri untuk tidak terlalu mengkritik
* Pandai mendorong diri sendiri
* Suka mencari perkara
* Kurang menunjukan perasaannya
* Luka hatinya sangat lama disimpan
* Terlalu memilih pasangan
* Suka akan hiburan dan jalan-jalan
* Sikap sangat cool, sangat baik dan mudah simpati
Oktober
* Tidak pandai berbohong dan berpura-pura
* Kecantikan luar dan dalam
* Menyukai orang yang sayang padanya
* Suka mengambil jalan tengah
* Suka melihat dari perspektifnya sendiri
* Emosi yang kelam kabut
* Daya firasat yang sangat kuat (terutama perempuan)
* Mudah rasa simpati, baik, lebih mementingkan kawan
* Senantiasa berkawan
* Hatinya mudah terusik tetapi merajuknya tak lama
* Cepat marah
* Tidak menolong orang kecuali diminta
* Ambil berat tentang orang lain
* Suka berangan dan pandai bercakap
* Suka melancong, bidang sastra dan seni
* Romantis dalam percintaan
* Mudah terusik hati dan cemburu
* Pengasih, penyayang dan lemah lembut
* Suka kegiatan luar
* Orang yang adil
* Boros dan mudah dipengaruhi sekitarnya
* Mudah patah semangat
* Sangat menawan dan sopan santun
* Tidak suka terima kritik orang lain
* Emosi yang mudah terusik
November
* Cermat dan teliti
* Otak yang sangat tajam
* Pandai mendorong diri sendiri
* Tidak menghargai pujian
* Banyak ide
* Sukar untuk dimengerti atau difahami sikapnya
* Berpikiran ke depan
* Berpikiran unik dan bijak
* Penuh dengan ideaidea baru yang luar biasa
* Pemikiran yang tajam
* Daya firasat yang sangat halus dan tinggi
* Bagus untuk jadi dokter
* Suka berahasia, pandai mengorek dan mencari rahasia
* Banyak berfikir, kurang bicara tetapi mesra
* Apabila mau akan diusahakan sehingga berhasil
* Kurang bisa membina hubungan kasih sayang
* Suka duduk atau diam di rumah
* Sangat rajin dan berkemampuan tinggi
* Amanah, jujur setia dan pandai berahasia
* Tidak suka marah kecuali digugat
* Cara berfikir yang lain dari orang lain
* Kekuatan semangat dan daya juang yang sangat tinggi
* Jika ingin sesuatu akan mencoba sampai berhasil
* Kasih sayang dan emosi yang sangat mendalam
* Romantis
* Tidak pandai dalam mengontrol emosi
* Bercita-cita tinggi
* Perangai tidak dapat diramal dan mudah berubah-ubah
* Berani, pemurah, setia, dan sabar
* Badan yang tangguh
* Terlalu keras hati
Desember
* Cepat marah
* Sangat setia dan pemurah
* Bersifat patriotik
* Suka bergurau
* Pandai membuat lelucon dan berpikir dengan logika
* Sangat aktif dalam permainan dan pergaulan
* Sikap kurang sabar dan tergesagesa
* Suka bergaul dengan orang
* Bercita-cita tinggi
* Suka menjadi orang yang berpengaruh dalam organisasi
* Suka dipuji, diberi perhatian dan suka dibelai
* Sangat jujur
* Tidak pandai berpurapura
* Perangai yang berubahubah
* Tidak egois walaupun harga diri yang sangat tinggi
* Benci apabila dikekang
* Senang apabila didampingi
* Bersifat sensitif, berfikiran mendalam
* Perlu belajar untuk hidup bersosialisasi
* Sayang anak-anak
* Suka mendidik dan dididik
* Sangat mudah melihat kelemahan orang lain dan suka mengkritik
* Rajin dan selalu menghasilkan keuntungan
* Suka berbenah dan serba teratur
* Pandai mengambil hati orang lain
* Mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi
* Pendiam kecuali diajak berbicara terlebih dulu
* Agak pemalu dan mendambakan tumpuan yang bisa dipercayai
* Mudah mendisiplinkan diri sendiri
* Badannya sehat tetapi mudah diserang influensa
* Bersikap romantis tetapi tidak pandai memperlihatkannya
* Suka berdiam di rumah
* Setia
Februari
* Keras hati untuk mencapai tujuan
* Suka hiburan dan suka akan benda yang bersifat seni
* Berpikiran abstrak
* Tidak suka dikekang
* Suka pada benda yang real dan abstrak
* Inteligent, bijak dan jenius
* Memiliki kepribadian yang mudah berubah
* Mudah menawan hati orang lain
* Agak pendiam, pemalu dan rendah diri
* Jujur dan setia pada segalanya
* Sangat berani dan suka memberontak
* Mudah memberontak apabila dikekang
* Mudah memperlihatkan amarahnya
* Suka berkawan tapi kurang memperlihatkan
* Bercita-cita tinggi dan suka berangan-angan
* Optimis untuk merealisasikan impiannya
* Memiliki insting yang tajam
* Sangat romantis pada dalamannya tetapi tidak pada luarannya
* Cenderung menyukai benda yang takhayul
* Amat mudah dan boleh menjadi terlalu boros
* Harus belajar untuk memperlihatkan emosi
* Mudah terluka dan sangat sensitif
Maret
* Sangat pemalu dan pemendam rasa
* Berkepribadian yang menarik dan menawan
* Insting yang sangat tajam
* Mudah didampingi
* Sangat baik, jujur, pemurah dan mudah simpati
* Sangat sensitif pada perkataan yang dituturkan dan alam sekitar
* Suka pada kedamaian
* Sangat peka kepada orang lain
* Terlalu moody
* Sesuai dengan kerjanya yang suka memberi perintah kepada orang lain
* Tidak cepat marah dan sangat baik hati
* Tahu membalas dan mengenang budi orang
* Kecenderungan kepada benda yang istimewa dan bagus
* Kecenderungan untuk mendendam jika tidak dikontrol
* Suka berangan-angan
* Suka jalan-jalan
* Sangat manja dan suka diberi perhatian yang sangat tinggi
* Kelam kabut dalam memilih pasangan
* Suka dengan hiasan rumah tangga
* Punya bakat seni dalam bidang musik
April
* Sangat berani dan tidak ada perasaan takut
* Sangat aktif dan dinamis
* Sangat cemburu dan terlalu cemburu
* Cepat bertindak buat keputusan tetapi cepat menyesal
* Punya daya mental yang sangat kuat
* Suka diberi perhatian
* Berpenyakit di sekitar kepala dan dada
* Sangat diplomatic dan pandai membujuk
* Kuat daya ingatan
* Suka petualangan, pengasih, penyayang, sopan santun dan pemurah
* Emosi cepat terusik, try to control the emotion
* Kecenderungan bersifat dendam
* Agresif, kelam kabut untuk membuat keputusan
* Gerak hati yang sangat kuat
* Pandai mendorong diri sendiri dan memotivasikan orang lain
* Sangat menarik dan pandai memanjakan diri
Mei
* Mudah marah apabila tidak dikontrol
* Tetap pendirian tetapi mudah dipengaruhi oleh orang lain
* Tidak suka duduk atau diam di rumah
* Tidak suka duduk diam
* Tidak punya banyak anak
* Keras hati
* Kuat semangat dan bermotivasi tinggi
* Pandai menarik hati orang lain dan menarik perhatian
* Pemikiran yang tajam
* Perasaan yang amat mendalam
* Cantik dari segi mental dan fisik
* Tidak perlu dimotivasikan
* Mudah dibujuk
* Bersikap sistematik (otak kiri)
* Suka berangan-angan
* Kuat daya firasat, memahami apa yang terlintas di hati orang lain tanpa diberitahu
* Bagian telinga dan leher mudah diserang penyakit
* Daya khayal yang tinggi
* Kelemahan sistem pernafasan
* Suka sastra,seni dan musik serta melancong
* Rajin dan bersemangat tinggi
* Agak boros
* Pandai berdebat
* Fisik yang baik
Juni
* Bersikap suka menunda-nunda
* Mudah dan pandai berkawan
* Berfikiran jauh dan berwawasan
* Ide yang terlalu banyak di kepala
* Mudah digunakan atau dimanfaatkan orang karena sikap baik
* Berperangai lemah lembut
* Mudah berubah sikap, perangai, idea dan mood
* Bersikap sensitif
* Otaknya aktif (senantiasa berfikir)
* Sukar melakukan sesuatu dengan segera
* Bersikap terlalu memilih dan selalu mau yang terbaik
* Cepat marah dan cepat sejuk
* Suka berbicara dan berdebat
* Suka membuat lawakan atau lelucon dan bergurau
* Otaknya cerdas berangan-angan
* Orang yang sangat tertib
* Mudah menjadi eksekutif
* Suka berbenah atau bersih-bersih
* Cepat merasa bosan
* Sikap terlalu memilih dan cerewet
* Kurang memamerkan perasaan
* Lambat sembuh apabila hatinya terluka
* Mempunyai prinsip: siapa yang memuji saya adalah musuh saya tetapi siapa yang menegur saya adalah kawan saya
* Pandai menempatkan diri dan bersikap
* Mudah terkena influenza
* Gampang berkecil hati
Juli
* Berjiwa sentimental
* Sangat senang apabila didampingi
* Sangat menjaga hati atau perasaan orang lain
* Sangat ramah
* Banyak berahasia dan sukar dimengerti, terutama lakilaki
* Agak pendiam kecuali diajak berbicara duluan
* Tak suka menyusahkan orang lain tapi tidak marah apabila disusahkan
* Mudah dibujuk
* Emosi sangat mendalam tapi mudah terluka hatinya
* Suka menunggu kawan tapi tidak mencari kawan
* Suka berdiam diri
* Jarang mendendam
* Mudah memaafkan tapi sukar melupakan
* Membimbing secara fisik dan mental
* Sangat peka, pengasih serta penyayang
* Tidak pilih-pilih kawan
* Daya simpati yang tinggi
* Pemerhatian yang tajam
* Suka mengenang peristiwa atau kawan lama
* Suka duduk atau diam di rumah
* Tidak agresif kecuali terpaksa
* Lemah dari segi kesehatan perut
* Mudah gemuk apabila tidak mengontrol makanan melalui diet
* Minta disayangi
* Mudah terluka hati tapi lambat untuk pulih
* Rajin dalam bekerja
* Suka menilai orang lain
* Mudah dan rajin belajar
Agustus
* Nilai harga diri yang sangat tinggi
* Haus akan pujian
* Suka bergurau
* Sopan santun dan perhatian terhadap orang lain
* Sifat suka berangan-angan
* Orangnya agak tegas dan bersikap kepemimpinan
* Pandai membujuk orang lain
* Semangat juang yang luar biasa
* Cepat marah dan mudah mengamuk
* Mudah marah apabila perkataannya dilawan
* Cepat berpikir
* Terlalu pemurah dan bersikap ego
* Suka memimpin dan dipimpin
* Sangat cemburu
* Suka mencari kawan
* Berbakat dalam seni lukis, hiburan dan silat
* Cepat ditimpa penyakit
* Belajar untuk relax
* Sikap tidak mudah ditebak
* Pikiran yang berdikari
* Romantis, pengasih, penyayang
* Berani dan tidak mengenal kata takut
September
* Orang yang banyak berfikir
* Suka menegur kesalahan orang lain dan mengkritik
* Sangat sopan santun
* Sangat cermat, teliti dan teratur
* Sistematik
* Mudah memahami orang lain (daya firasat yang tinggi)
* Banyak menyimpan rahasia
* Pendiam tapi pandai dalam bercakapcakap
* Kerja yang dilakukan sangat sempurna
* Sangat sensitif tetapi tidak diketahui
* Otak bijak dan mudah belajar
* Kontrol diri untuk tidak terlalu mengkritik
* Pandai mendorong diri sendiri
* Suka mencari perkara
* Kurang menunjukan perasaannya
* Luka hatinya sangat lama disimpan
* Terlalu memilih pasangan
* Suka akan hiburan dan jalan-jalan
* Sikap sangat cool, sangat baik dan mudah simpati
Oktober
* Tidak pandai berbohong dan berpura-pura
* Kecantikan luar dan dalam
* Menyukai orang yang sayang padanya
* Suka mengambil jalan tengah
* Suka melihat dari perspektifnya sendiri
* Emosi yang kelam kabut
* Daya firasat yang sangat kuat (terutama perempuan)
* Mudah rasa simpati, baik, lebih mementingkan kawan
* Senantiasa berkawan
* Hatinya mudah terusik tetapi merajuknya tak lama
* Cepat marah
* Tidak menolong orang kecuali diminta
* Ambil berat tentang orang lain
* Suka berangan dan pandai bercakap
* Suka melancong, bidang sastra dan seni
* Romantis dalam percintaan
* Mudah terusik hati dan cemburu
* Pengasih, penyayang dan lemah lembut
* Suka kegiatan luar
* Orang yang adil
* Boros dan mudah dipengaruhi sekitarnya
* Mudah patah semangat
* Sangat menawan dan sopan santun
* Tidak suka terima kritik orang lain
* Emosi yang mudah terusik
November
* Cermat dan teliti
* Otak yang sangat tajam
* Pandai mendorong diri sendiri
* Tidak menghargai pujian
* Banyak ide
* Sukar untuk dimengerti atau difahami sikapnya
* Berpikiran ke depan
* Berpikiran unik dan bijak
* Penuh dengan ideaidea baru yang luar biasa
* Pemikiran yang tajam
* Daya firasat yang sangat halus dan tinggi
* Bagus untuk jadi dokter
* Suka berahasia, pandai mengorek dan mencari rahasia
* Banyak berfikir, kurang bicara tetapi mesra
* Apabila mau akan diusahakan sehingga berhasil
* Kurang bisa membina hubungan kasih sayang
* Suka duduk atau diam di rumah
* Sangat rajin dan berkemampuan tinggi
* Amanah, jujur setia dan pandai berahasia
* Tidak suka marah kecuali digugat
* Cara berfikir yang lain dari orang lain
* Kekuatan semangat dan daya juang yang sangat tinggi
* Jika ingin sesuatu akan mencoba sampai berhasil
* Kasih sayang dan emosi yang sangat mendalam
* Romantis
* Tidak pandai dalam mengontrol emosi
* Bercita-cita tinggi
* Perangai tidak dapat diramal dan mudah berubah-ubah
* Berani, pemurah, setia, dan sabar
* Badan yang tangguh
* Terlalu keras hati
Desember
* Cepat marah
* Sangat setia dan pemurah
* Bersifat patriotik
* Suka bergurau
* Pandai membuat lelucon dan berpikir dengan logika
* Sangat aktif dalam permainan dan pergaulan
* Sikap kurang sabar dan tergesagesa
* Suka bergaul dengan orang
* Bercita-cita tinggi
* Suka menjadi orang yang berpengaruh dalam organisasi
* Suka dipuji, diberi perhatian dan suka dibelai
* Sangat jujur
* Tidak pandai berpurapura
* Perangai yang berubahubah
* Tidak egois walaupun harga diri yang sangat tinggi
* Benci apabila dikekang
* Senang apabila didampingi
31 Desember 2008
HAPPY NEW YEAR 2009
Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2009. Semoga di tahun 2009 semua harapan yang kita cita-citakan dapat terwujud dan semuanya dapat berjalan dengan lancar.
Sebelum kita memasuki tahun 2009 marilah kita masing-masing merenung dan instropeksi diri dengan semua hal yang telah kita perbuat dan rencana apa yang belum terlaksana di tahun 2008.
Dan akhirnya, dengan berbekal evaluasi tersebut kita dapat memasuki tahun 2009 dengan langkah yang optimis. Dan saya berpesan pestanya jangan terlalu berlebihan mengingat kita semua sedang menghadapi krisis global.
Sebelum kita memasuki tahun 2009 marilah kita masing-masing merenung dan instropeksi diri dengan semua hal yang telah kita perbuat dan rencana apa yang belum terlaksana di tahun 2008.
Dan akhirnya, dengan berbekal evaluasi tersebut kita dapat memasuki tahun 2009 dengan langkah yang optimis. Dan saya berpesan pestanya jangan terlalu berlebihan mengingat kita semua sedang menghadapi krisis global.
09 September 2008
LOVE is the only solution
LOVE is the deepest in human beings.
It is the deepest part of our inner selves.
When the solution is deep enough, then the result is also quit long-term.
taken from http://www.anandkrishna.org
It is the deepest part of our inner selves.
When the solution is deep enough, then the result is also quit long-term.
taken from http://www.anandkrishna.org
Langganan:
Postingan (Atom)