Tampilkan postingan dengan label detikinet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detikinet. Tampilkan semua postingan

15 September 2009

Google FastFlip




Screenshot Google FastFlip

Jakarta - Google memperkenalkan cara baru mereka dalam menampilkan berita-berita dari internet. Berbagai situs web ditampilkan bagai majalah. Fitur bernama Google FastFlip itu diperkenalkan secara resmi dalam gelaran TechCrunch50 di San Francisco, 14-15 September 2009.

FastFlip, fitur yang masih dalam pengembangan di GoogleLabs, akan menampilkan berita-berita dari berbagai situs web dalam format layaknya majalah. Halaman sebuah artikel ditampilkan lengkap dengan layout aslinya dan bukan hanya kutipan judul seperti Google News saat ini.

Di halaman FastFlip, berbagai artikel itu disusun berjajar bagaikan susunan majalah pada sebuah rak di toko buku. Pengguna kemudian bisa melihat-lihat sepintas pilihan yang ada dengan mengklik tanda panah di sisi setiap baris.

Untuk melihat lebih dekat, pengguna bisa melakukan zoom ke sebuah artikel. Isi artikel itu kemudian bisa dibaca, meskipun tidak sepenuhnya. Untuk membaca sepenuhnya, pengguna harus mengklik halaman 'majalah' yang ditampilkan dan akan dibawa ke halaman asli situs berita yang dimaksud.

Seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, Selasa (15/9/2009), nantinya FastFlip akan menampilkan iklan. Rekanan Google yang berpartisipasi dalam program ini tentunya akan mendapatkan bagi hasil.

Beberapa media besar telah menjadi rekanan awal Google. Ini termasuk TechCrunch, BusinessWeek dan New York Times.

sumber

11 September 2009

Besarnya Pengaruh Seorang Steve Jobs


Mungkin hampir semua orang pengguna internet ataupun komputer mengenal sosok Steve Jobs sang CEO Apple. Baru-baru ini sang CEO kembali menggemparkan dunia maya setelah comeback-nya dari peristirahatan karena sakit yang dideritanya. Semua orang penasaran akan isi pidato yang Jobs ucapkan pada acara Apple di San Fransisco, pada Rabu waktu setempat.

Dan ternyata, event itu turut mengguncang dunia maya, bahkan sempat membuat down situs mikroblogging populer, yakni Twitter. Hal ini disebabkan saking banyaknya penghuni Twitter yang saling berbagi mengenai informasi pidato Jobs.

Beruntung, ngadatnya Twitter langsung bisa ditangani 15 menit kemudian, meskipun beberapa pengguna masih ada yang kesulitan dengan halaman @messagesnya yang gagal direfresh. Sebelumnya, sejumlah pengguna juga kesulitan untuk log-in ke Twitter yang ditandai dengan halaman kosong bertuliskan "HTTP Server Error 503" saat mereka coba masuk.

Kejadian yang mengesalkan ini terjadi sesaat setelah Jobs naik panggung dan mengejutkan fansnya. Laporan lain menyebutkan, kemacetan terjadi di tengah-tengah pidato Jobs yang berisi pengumuman bahwa software iTunes yang baru akan bisa kompatibel dengan Twitter.

Jobs sendiri sebenarnya tidak memiliki akun Twitter, tapi ia sudah punya segudang 'follower'. Setiap kali ia berbicara, maka followernya akan segera menyiarkannya ke seluruh penjuru. Topik "Apple" dan "Jobs" bahkan langsung melesat menjadi trending topics.

Ngadat-nya Twitter akibat 'ulah' Apple memang bukan untuk pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, situs ini juga dibuat down pada Januari 2008 lalu ketika Jobs menyampaikan gagasannya. Dengan beberapa kejadian tersebut menandakan bahwa Steve Jobs mempunyai pengaruh dan pengikut yang tidak bisa disepelekan lagi.

sumber