Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan

12 Maret 2010

Dari Bali dengan "E-Voting"

Jumat, 5 Maret 2010 | 16:57 WIB
 
KOMPAS.com - Kota Metropolitan, seperti Jakarta, yang maju di bidang teknologi informasi ternyata bukan yang pertama kali menerapkan kartu identitas tunggal atau single identity number/SIN di Indonesia. Ternyata sebuah kabupaten ”miskin” di Bali yang merintisnya dan telah mencapai sukses.

Jembrana—kabupaten itu—bahkan telah berhasil menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara elektronis.

Anggapan bahwa penerapan teknologi informasi butuh biaya lebih tinggi dari pada cara konvensional untuk melayani urusan administrasi publik, ternyata keliru. Pendapat ini dipatahkan Bupati Jembrana I Gede Winasa yang menggandeng Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TIK-BPPT) Tatang A Taufik untuk membangun jejaring Jimbarwana Network atau JembranaNet pada tahun 2001.

Pembangunan JembranaNet terlaksana hanya berbekal komitmen pemimpin dan kebersamaan atau kegotongroyongan masyarakatnya. Untuk membangun jejaring, tiap simpul, baik itu di kantor desa maupun perguruan tinggi dan sekolah-sekolah hingga SD, sukarela merogoh koceknya beberapa juta rupiah untuk menyediakan seperangkat komputer dan akses ke internet dan telekomunikasi hingga membentuk telecenter.

Infrastruktur jaringan TIK itu merupakan pintu masuk bagi pengembangan aplikasi, bukan sekadar untuk mengakses informasi dan telekomunikasi, melainkan juga administrasi perkantoran serta layanan publik, seperti pengurusan surat identitas kependudukan hingga layanan kesehatan dan pendidikan secara elektronis.

Di sana diberlakukan satu nomor identitas untuk satu orang penduduk, untuk berbagai urusan administrasi. Nomor dan data itu dimuat di kartu cip. Dalam kartu ukuran 1 x 1 sentimeter persegi itu tersimpan beragam data, termasuk data biometrik, seperti sidik jari. Data ini bisa terus diperbarui sesuai kebutuhan pemegang kartu.

Kartu itu dilengkapi pengaman berupa sistem enkripsi atau pengacak guna melindungi akses transaksi uang dan info penting lainnya agar informasi dalam kartu tidak disadap.

Kartu ”sakti” itu juga diaplikasikan sebagai tanda bukti keabsahan seorang pemilih dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Kartu cip ini kunci penerapan sistem elektronik pada pemungutan suara (electronic voting), termasuk pada pilkada.

Kartu itu digunakan untuk verifikasi pemilih sehingga penyimpangan dalam proses pemilihan dapat dihindari. Ini didukung Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Sekali seseorang telah memberikan suaranya, maka kartu akan ditolak kotak verifikasi jika ia akan memilih di tempat lain.

Cara memilih pun sederhana, yaitu dengan menyentuhkan jarinya pada layar sentuh tepat di tanda gambar calon kepala daerah yang dipilihnya.

Cara ini memudahkan penduduk, termasuk yang awam sekalipun, dan mempercepat proses pemilihan dan penyelenggaraan pilkada. Tiap pemilih hanya butuh waktu 20 detik untuk memberikan suaranya sehingga waktu pemilihan jadi singkat. Waktu penghitungan suara pun singkat karena dilakukan secara otomatis atau online.

Pemilihan kepala dusun
Pemilihan secara elektronis, telah diterapkan pada pemilihan kepala dusun (pilkadus), sejak Juli 2009. ”E-voting dilaksanakan pada 54 pilkadus di Kabupaten Jembrana,” ujar Dewa Gede Agung Ary Candra, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jembrana.

Pemungutan suara secara elektronis itu bertujuan untuk menekan biaya penyelenggaraan pilkada. Penghematan biaya bisa lebih dari 60 persen dibandingkan pilkada konvensional dengan surat suara.

”Saat ini tengah disiapkan e-voting pemilihan kepala desa dan bupati yang akan dilaksanakan Juli nanti,” kata Dewa, akhir Februari di Kantor Pusat BPPT, Jakarta.

Saat ini, Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jembrana tengah mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah, antara lain mengatur tentang e-voting.

Sebagai persiapan pelaksanaannya, kini dilakukan penyempurnaan sistem dan pembuatan prosedur operasi yang standar (SOP). ”SOP dibuat untuk memperkecil terjadinya penyimpangan dalam proses pemilihan dan penghitungan suara,” kata Samargi, Asisten Direktur Bidang Sistem Informasi dan Komputasi BPPT.

Keberhasilan Jembrana dalam menerapkan e-voting dan kartu cip menjadi acuan bagi pemerintah pusat dalam hal ini Depdagri untuk menerapkan sistem serupa di daerah lain.

Penerapan e-KTP saat ini telah dimulai di Padang, Yogyakarta, Makassar, dan Cirebon. Ini merupakan langkah awal untuk melakukan e-voting pada Pemilu tahun 2014.

Kabupaten Jembrana juga menjadi contoh sukses menerapkan jejaring TIK sehingga penyelewengan birokrasi dapat diatasi dan efisiensi anggaran tercapai. Hasilnya, pendapatan asli daerah menjadi 3 kali lipat.(KOMPAS/Yuni Ikawati)

sumber : www.kompas.com

02 September 2009

Selamat Pagi...

 
Selamat pagi semuanya...pagi ini bangun agak kesiangan. Soalnya kecapean kemarin habis nonton Parade Budaya Nusantara. Wah keren paradenya dan puas nontonnya walaupun nontonnya berdesak-desakan dan berdiri kira-kira 4 jam sampe kaki terasa pegal-pegal. Salut sama Bupati Winasa dan Pemkab Jembrana yang telah sukses menggelar Parade Budaya Nusantara ini setiap tahunnya dalam rangka memperingati ulang tahun Kota Negara.
Peserta Parade Nusantara berasal dari beberapa kabupaten di Indonesia yang mengirimkan kontingen keseniannya untuk dipentaskan antara lain peserta dari Kabupaten Sleman, Bantul, Banyuwangi, Sigi, Kupang, Probolinggo dan masih banyak yang lainnya. Tentunya diawali  dan diselingi dengan kesenian khas Jembrana dan Bali.
Parade Budaya Nusantara tahun 2009 ini juga dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Jero Wacik dan juga para Bupati se-Bali. 
Lho kok ngomongin tentang Parade Budaya Nusantara sih? kan topik tentang pagi? wha jadi ngelantur. Pokoknya pagi ini suasananya cerah dan bersahabat. Selamat pagi semua, Semangat!!

31 Agustus 2009

Parade Budaya Nusantara di Jembrana

Tahun 2009 ini dalam rangka memperingati HUT RI ke 64 dan HUT Kota Negara yang ke 114 Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggelar Parade Budaya Nusantara (Nusantara Culture Parade) yang digelar tanggal 1 September besok. Parade Budaya ini rencananya akan diikuti oleh peserta dari Kabupaten di seluruh Indonesia. Bahkan ada juga peserta parade dari mancanegara semisal Jepang dan Korea.
Parade Budaya tahun ini tambah spesial karena rencananya akan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. Parade Budaya Nusantara dikemas dalam bentuk karnaval dan atraksi kesenian dengan rute dari lapangan umum Negara dan berakhir di depan Pura Jagatnatha. Parade Budaya kali ini mengambil thema “ Bhinneka Sandhi Adnyana “ (Keragaman Menuju Satu Tujuan).

11 Agustus 2009

Memulai Kebiasaan Bangun Pagi.....

selamat-pagi



Hari ini kumulai jam setengah enaman pagi he..he.. jadi malu sama orang lain yang memulai harinya lebih pagi lagi. Bisa bangun jam segitu sih dah bersyukur karena masih tahap untuk belajar membiasakan diri. Kenapa sih mau-maunya bangun pagi padahal mata masih mengantuk dan badan masih terasa lelah? Kalau saya sih karena terdorong oleh hal-hal berikut ini:

1. Aristoteles mengatakan bahwa kebiasaan bangun bagi sebelum matahari terbit, mampu membuat kita menjadi lebih sehat, sejahtera dan bijaksana.  Dengan membiasakan bangun sebelum matahari terbit, produltivitas kita akan meningkat, badan terasa lebih sehat dan semangat untuk mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan akan meningkat.  Hal ini akan membuat hidup kita menjadi lebih sejahtera (lihat sumbernya).

2. Karena lingkungan. Dalam hal ini lingkungan orang-orang rumah. Bapak sama ibu sudah biasa bangun pagi sejak dulu (maklum didikan jaman Belanda). Selain itu karena malu sama anak-anak sekolah yang saat ini juga dibiasakan bangun pagi karena jam belajar di tempat saya dimulai pukul 6.30. (baca infonya disini)

3. Mungkin pepatah kuno ada benarnya juga, bahwa kalau bangun agak siang apalagi didahului oleh matahari nanti rejeki orang tersebut akan seret. Silahkan deh dihubung-hubungkan atau dilogika sendiri.

Nah, gimana menurut kalian semua? bagus ga kebiasaan bangun pagi? Kalau bagus, ayo kita biasakan bangun pagi! Sekedar penambah semangat untuk memulai kebiasaan bangun pagi Anda silahkan baca-baca sumber berikut ini:

- www.musida.web.id

- http://wirawan.blogsome.com

Semoga bermanfaat untuk memotivasi Anda bangun pagi.

Kata orang tua sih kalo bangun siang nanti rejeki hari

09 Agustus 2009

Mekepung, Balapan Kerbau Khas Jembrana

mekepung

Anda pernah mendengar istilah 'Mekepung'? Mungkin Anda yang pernah berkunjung ke Bali terutama Kabupaten Jembrana pasti pernah mendengarnya. Mekepung merupakan suatu seni traditional khas daerah Jembrana, berlokasi di daerah Bali bagian barat (kurang lebih berjarak 100 kilometer dari Denpasar) atau 2,5 jam perjalanan dengan kendaraan.

Mekepung ini adalah atraksi yang sangat unik, yaitu perlombaan balapan kerbau yang ditarik oleh kereta (cikar) dan ditunggangi oleh seorang joki. Sepasang kerbau tersebut yang dikenal dengan istilah pepadu dihiasi dengan hiasan kepala yang sangat menarik dengan warna keemasan yang disebut dengan rumbing. Lintasan balapannya berupa jalan tanah atau berpasir yang biasanya berada di tengah persawahan atau di dekat pantai. Panjang lintasan yang dilalui sekitar 4 Km (pulang - pergi). Start balapannya disebut dengan acal-acal.

Lomba mekepung ini adalah lomba bergrup, dimana peserta terbagi atas Grup Barat dan Grup Timur. Sebagai pembatas antara grup Barat dan Timur adalah sebuah sungai yang melintang ditengah - tengah kota Negara yang bernama Sungai Ijo Gading, sehingga disebut dengan grup Ijo Gading Barat dan Ijo Gading Timur. Identitas peserta kedua grup tersebut juga berbeda. Untuk grup Ijo Gading Barat sang joki mengenakan baju dan bendera hijau serta cikar berwarna kuning. Sedangkan grup Ijo Gading Timur sang joki mengenakan baju dan bendera berwarna merah serta cikar berwarna biru. Jumlah anggota tiap grup tidak sama tergantung banyak tidaknya anggota dari masing-masing grup tersebut yang  mempunyai pepadu.

Sistem penilaian Mekepung juga unik, dimana dari dua pasang kerbau yang berlomba, apabila pasangan pertama meninggalkan lawannya dengan jarak yang cukup jauh (kurang lebih 5 meter) maka dia akan jadi pemenang, tetapi jika pasangan kedua mampu mendekati lawannya, dalam artian posisinya sangat dekat dengan lawan, maka pasangan yang kedualah yang akan jadi pemenangnya.

Atraksi mekepung ini biasanya diadakan setelah musim panen padi selesai atau musim kemarau sekitar bulan Juni/Juli  dan biasanya terdiri dari kurang lebih 8 kali perlombaan setiap tahunnya yaitu 4 kali diadakan di daerah grup Ijo Gading Barat dan 4 kali di daerah grup Ijo Gading Timur. Setiap tahunnya selalu disediakan dua piala yang harus diperebutkan yaitu piala Bupati Cup dan Gubernur Cup. Dan dalam setiap perlombaan Mekepung biasanya diiringi dengan musik Jegog yang juga merupakan kesenian khas Jembrana untuk menambah serunya perlombaan.

Anda tertarik dengan atraksi Mekepung? Silahkan datang dan saksikan sendiri ke Jembrana.

Please Come To Jembrana!

03 Mei 2009

Pilkadus Touchscreen di Jembrana Dapat MURI

Untuk kedua kalinya Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar Pilkadus dengan menggunakan layar sentuh (touch screen)  setelah beberapa waktu yang lalu sukses  menggelar acara yang sama untuk pertama kalinya di Banjar/Dusun Pasatan.

Kali ini acara yang diadakan di Banjar Wali, Desa Yehembang begitu spesial karena dihadiri oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Bapak Taufik Effendi yang langsung menyaksikan proses e-voting tersebut. Di sela-sela pelaksanaan e-voting di Dusun Wali ini, Musium Rekor Indonesia menyerahkan piagam MURI kepada Bupati Jembrana I Gede Winasa, atas prakarsanya menyelenggarakan pemilihan kepala dusun tanpa kertas surat suara namun menggunakan touch screen. Piagam diserahkan oleh Direktur MURI Paulus Pangka, SH.

Pelaksaaan e-voting di Dusun Wali diikuti 814 pemilih dengan jumlah calon 4 orang, yaitu I Made Aryadana, Dewa Putra Gede Sanjaya, Made Sukanadi dan I Ketut Widastra. Menggunakan 4 terminal verifikasi dan 4 terminal touch screen, e-voting berlangsung singkat.

Tepat pukul 12.30 wita lewat layar LCD yang disediakan oleh panitia, masyarakat langsung bisa mengetahui pemenangnya. Hasilnya, Dewa Putra Gede Sanjaya berhasil meraih suara tertinggi yaitu 261 suara sedangkan golput hanya 14%.

Untuk info tambahan tentang e-voting ini bisa lihat link-link berikut :

http://desudi.wordpress.com

http://public.kompasiana.com

17 April 2009

Pilkadus Dengan Touchscreen Di Jembrana

Poh Santen, Kisruh pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun ini yang diliputi persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sampai masalah tertukarnya surat suara memberikan inspirasi bagi Pemkab Jembrana.

Pemilihan kepala dusun (pilkadus) Pasatan, Pohsanten, Mendoyo yang digelar Kamis (16/4), panitia pemilihan tidak lagi menggunakan sistem contreng namun digantikan dengan sistem sentuh. Dengan sistem ini, pemilih tidak lagi memerlukan surat suara tetapi cukup menyentuh salah satu foto calon pilihannya yang muncul di layar sentuh (touch screen).

16 Januari 2009

Menonton Siaran Jimbarwana TV di Web

Sembari menunggu ijin siaran resmi keluar dari pusat, masyarakat Jembrana yang ingin menyaksikan kembali Jimbarwana TV (TV Lokal Masyarakat Jembrana) kini bisa mengakses lewat situs pemkab yang beralamat di www.jembranakab.go.id atau langsung klik disini

Banggalah Menjadi Masyarakat Jembrana.

KALAU MAU PASTI BISA !!

16 Desember 2008

Pengumuman Kelulusan Tes CPNS di Jembrana

Bagi teman-teman yang sudah mengikuti serangkaian tes CPNS yang diadakan oleh Pemkab Jembrana, untuk pengumuman kelulusannya sedianya akan diumumkan pada tanggal 22 Desember 2008. Untuk itu teman-teman bisa mempersiapkan lahir bathin mulai sekarang juga terutama yang kurang beruntung belum diterima jangan terlalu bersedih. Dan bagi peserta yang lulus sebelumnya saya ucapkan selamat dan segera lengkapi administrasi dengan tertib.

Pengumuman kelulusan akan ditempel di papan pengumuman kantor Pemkab Jembrana dan di website www.jembranakab.go.id

Selamat datang di Pemkab Jembrana. Sukses selalu!!

26 November 2008