09 Agustus 2009

Mekepung, Balapan Kerbau Khas Jembrana

mekepung

Anda pernah mendengar istilah 'Mekepung'? Mungkin Anda yang pernah berkunjung ke Bali terutama Kabupaten Jembrana pasti pernah mendengarnya. Mekepung merupakan suatu seni traditional khas daerah Jembrana, berlokasi di daerah Bali bagian barat (kurang lebih berjarak 100 kilometer dari Denpasar) atau 2,5 jam perjalanan dengan kendaraan.

Mekepung ini adalah atraksi yang sangat unik, yaitu perlombaan balapan kerbau yang ditarik oleh kereta (cikar) dan ditunggangi oleh seorang joki. Sepasang kerbau tersebut yang dikenal dengan istilah pepadu dihiasi dengan hiasan kepala yang sangat menarik dengan warna keemasan yang disebut dengan rumbing. Lintasan balapannya berupa jalan tanah atau berpasir yang biasanya berada di tengah persawahan atau di dekat pantai. Panjang lintasan yang dilalui sekitar 4 Km (pulang - pergi). Start balapannya disebut dengan acal-acal.

Lomba mekepung ini adalah lomba bergrup, dimana peserta terbagi atas Grup Barat dan Grup Timur. Sebagai pembatas antara grup Barat dan Timur adalah sebuah sungai yang melintang ditengah - tengah kota Negara yang bernama Sungai Ijo Gading, sehingga disebut dengan grup Ijo Gading Barat dan Ijo Gading Timur. Identitas peserta kedua grup tersebut juga berbeda. Untuk grup Ijo Gading Barat sang joki mengenakan baju dan bendera hijau serta cikar berwarna kuning. Sedangkan grup Ijo Gading Timur sang joki mengenakan baju dan bendera berwarna merah serta cikar berwarna biru. Jumlah anggota tiap grup tidak sama tergantung banyak tidaknya anggota dari masing-masing grup tersebut yang  mempunyai pepadu.

Sistem penilaian Mekepung juga unik, dimana dari dua pasang kerbau yang berlomba, apabila pasangan pertama meninggalkan lawannya dengan jarak yang cukup jauh (kurang lebih 5 meter) maka dia akan jadi pemenang, tetapi jika pasangan kedua mampu mendekati lawannya, dalam artian posisinya sangat dekat dengan lawan, maka pasangan yang kedualah yang akan jadi pemenangnya.

Atraksi mekepung ini biasanya diadakan setelah musim panen padi selesai atau musim kemarau sekitar bulan Juni/Juli  dan biasanya terdiri dari kurang lebih 8 kali perlombaan setiap tahunnya yaitu 4 kali diadakan di daerah grup Ijo Gading Barat dan 4 kali di daerah grup Ijo Gading Timur. Setiap tahunnya selalu disediakan dua piala yang harus diperebutkan yaitu piala Bupati Cup dan Gubernur Cup. Dan dalam setiap perlombaan Mekepung biasanya diiringi dengan musik Jegog yang juga merupakan kesenian khas Jembrana untuk menambah serunya perlombaan.

Anda tertarik dengan atraksi Mekepung? Silahkan datang dan saksikan sendiri ke Jembrana.

Please Come To Jembrana!

Tidak ada komentar: