12 Agustus 2009

Perseids Meteor Shower

perseids09

Pagi-pagi buka google eh disuguhi gambar aneh. Pertama-tama saya kira gambar rumah hantu. Ternyata setelah dicek and ricek (niru salah satu acara gosip) maksud gambar itu adalah untuk memperingati salah satu tontonan spektakuler yang terjadi di langit yaitu hujan meteor atau yang lebih dikenal dengan Perseids Meteor Shower.

Peristiwa ini berlangsung Senin malam) 11 Agustus menjelang tengah malam hingga Selasa 12 Agustus dinihari menjelang Subuh. Dinamakan Perseids karena meteor ini seolah berasal dari Rasi Perseus. Perseids merupakan salah satu fenomena hujan meteor terbesar setiap tahunnya. Asal meteor shower Perseids disebabkan oleh sisa-sisa debu ekor komet 109P/Swift-Tuttle yang pertama kali teramati pada tahun 1862. Swift-Tuttle begitu legendaris karena pada 14 Agustus 2126 diramalkan bakal berbenturan dengan Bumi. Perseids dapat menampakkan 80 s.d. 100 meteor setiap jam saat 'peak' pada malam ini serta kecepatannya yang mencapai 60 km/detik menjadikan shower ini terlihat bergerak lebih cepat dibanding meteor lain. Shower ini juga dikenal dapat menghasilkan goresan cahaya yang panjang terutama jika ia berada cukup jauh dari radiantnya. Pandangalah ke arah area Langit Utara agak rendah sebab radiant shower ini berada di Rasi Perseus. Terbit di arah Timur Laut sekitar pukul 11 malam. Cahaya bulan kali ini memang cukup mengganggu kenampakan Perseids dikarenakan mendekati fase purnama. Namun jangan khawatir menjelang pukul 02:00 dinihari Bulan akan tenggelam di Langit Barat dan langit kembali akan gulita. Rasi Orion yang menawan di Timur akan menemani anda dalam pengamatan. Shower ini dapat disaksikan mulai pukul 22.00 malam sampai pagi sebelum langit terang.


Lalu kita pasti bertanya-tanya darimana sih asalnya hujan meteor itu? Kebanyakan meteor berasal dari kumpulan sisa debu komet yang pernah melintas di dekat jalur orbit bumi. Selama periode satu tahun bumi mengelilingi matahari, maka pada suatu saat bumi melewati sekumpulan debu yang merupakan sisa komet tersebut. Akibatnya debu-debu yang berupa batuan tersebut tertarik oleh gravitasi bumi dan karena bumi memiliki sistem perlindungan berupa lapisan atmosfer maka ia akan terbakar dan nampak sebagai goresan cahaya yang melintas cepat di langit. Bahkan ketika meteor yang terbakar berukuran cukup besar, kita akan melihatnya seperti sebuah bola api atau ‘fireball’ yang memancarkan cahaya sangat terang seperti pernah terjadi pada bulan yang lalu di Yogyakarta. Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa asal dari meteor shower ini adalah kumpulan debu bekas Komet 109P atau Swift-Tuttle yang pernah melintas. Dilihat dari bumi bumi meteor-meteor tersebut seolah berasal dari satu titik di langit yang dikenal dengan istilah ‘radiant’.

Penamaan meteor shower ini umumnya didasarkan pada rasi atau gugus bintang tempat asal radiant meteor. Selama periode satu tahun banyak terjadi peristiwa meteor shower. Diantaranya yang cukup besar dan terkenal adalah; Quadrantids 3 Januari di rasi Bootes, Lyrids 21 April di rasi Lyra, Eta Aquarids 5 Mei di Rasi Aquarius, Southern Delta Aquarids 28 Juli di Rasi Aquarius, Perseids 12 Agustus di Rasi Perseus, Orionids 21 Oktober di Rasi Orion, Leonid 17 November di rasi Leo dan Geminids 13 Desember di Rasi Gemini. Juga selama bulan Agustus ini sebenarnya juga terjadi beberapa hujan meteor yang lain namun frekuensi kenampakannya hanya kecil.

Sayang peristiwa langka dan indah ini saya lewati. Habisnya ga tahu info terlebih dahulu sih. Jadi deh tidur bablas ampe pagi. Tapi bagi teman-teman yang menyaksikannya bisa urun sharing deh.

lihat referensinya disini

Tidak ada komentar: